Hari yang mensucikan telah tiba, bukan hanya catatan-catatan hitam kita di buku catatan malaikat yang dihapuskan, tetapi juga catatan hitam kita di hati saudara kita yang berkesempatan untuk kita hapus. Walaupun sedih juga terbungkus rapi di hati karena ini adalah hari nya untuk meninggalkan ramadhan...akankah ramadhan tahun depan masih berkenan menyambut kita?
Yang mudik dan bertemu keluarga..betapa bahagianya. Terlihat tetesan dari mata-mata bening itu jatuh. Pemandangan mengharukan itu mengingatkanku pada dua orang yang paling berjasa dalam hidupku yang berada jauh melewati banyak pulau, Jayapura. Mungkin bukan hanya aku saja yang merasakan. setidaknya aku masih lebih bersyukur karena beliau berdua masih diberikan kesehatan.
Teringat saat masih bisa merayakan hari ini bersama mereka selama 18 tahun, terasa biasa saja..hmm.... Merasakan luar biasa saat berpisah, saat merayakan hari ini tidak bersama mereka. Setiap satu hari di ramadhan dilalui bersama bayangan mereka. Mama yang bangun dini hari menyiapkan sahur setelah tuntas bersujud pada-Nya, tak ingin membangunkan siapa-siapa untuk membantunya. Begitu pula saat bedug magrib menginjak waktunya untuk dibunyikan. Ta'jil yang begitu lezat dan makanan yang mengenyangkan. Bapak, yang meramaikan rumah dengan lantunan tilawahnya. Kenangan itu terlintas, dan mencapai puncaknya saat orang-orang saling bersahutan menggemakan takbir di malam kemenangan. Rabb...betapa aku merindukan mereka. aku belum melakukan apa-apa untuk mereka. Tangisan mama yang terdengar diujung telp sana, semakin dalam menggali kerinduan di hati. Aku ingin sekali pulang.
Hmm...bahagianya mereka yang dapat bertemu orang tua mereka. Ingin rasanya pulang, tapi ada yang lebih banyak yang dapat kulakukan disini, untuk ummat InsyaAllah. seperti kata Abu, jika kita menolong ummat, maka yakinlah kita juga akan tertolong. Pak...ma...tak usah khawatir, kita akan punya banyak waktu untuk bertemu dan bersama di syurga-Nya. Biarlah rindu ini menjadi pemanis baktiku pada kalian dan semakin menumbuhkan kesadaranku akan pentingnya kalian bagiku. BUkankah kita semakin mengetahui makna dan betapa pentingnya seseorang saat kita berpisah? Terima kasih atas restu kalian untuk aku berjuang di sini dan tidak langsung mencium tangan kalian, tapi hati ini sungguh mengharapkan maaf kalian.
Menjadi perantau, memang tidak sepenuhnya menyenangkan, tapi kitalah yang harus menjadikannya menjadi menyenangkan. Bukan perasaan semakin jauh dan kehilangan keluarga, tapi justru perasaan semakin bertambah keluarga, seperti kata bijak seorang supir angkot kepada penumpang disebelahnya, "bu, saya merantau ke sini bukan karena ada keluarga di sini. Saya merantau ke sini, justru karena tidak punya saudara dan keluarga di sini, saya mencari keluarga di sini". Yah, dan aku bersyukur, belum setahun, aku sudah punya banyak keluarga di sini. Keluarga RZI, RSI. RJI, RMI, dan keluarga besar holding. Dari aceh sampai jayapura. Menyenangkan bukan??!! Kepada keluargaku, mohon maaf lahir batin y... Bersyukur punya keluarga yang shaleh dan shalehah dan menjadi pejuang Allah seperti kalian... Bagi sobat pejuang yang juga belum bisa menatap langsung mata teduh orang tua sobat pejuang, dunia hanya sebentar saja, hanya sebentar. Yuk kita persiapkan untuk pertemuan yang lebih lama dan di tempat yang jauh lebih menyenangkan, yaitu di syurga-Nya..amin.....
9.23.2009
8.16.2009
Pantai Selatan
21.00
Hmm..kok masih banyak yang belum datang y?padahal kan janjinya jam 9 malem.
22.00
Aku deket jendela cup...biar bisa liat pemandangan.
22.15
gelap....keramaian kota mulai memudar, yah, sama aja dunk g bisa liat apa" walaupun dah memperebutkan tempat duduk paling pinggir deket jendela sebelah kanan.
Tidur aja ah..persiapan energi buat di tempat tujuan. Yang lainnya juga dah pada terlelap. Pada terlelap karena memang dah mau tidur atau karena musik lawas yang dipasang pak supir yah??
01.30
Berhenti dimana neh?yang jelas lom sampe kayaknya, karena baru jam 01.30. kata mba tutik sekitar 6 jam perjalanan ke pangandaran.
Tempat persinggahan bis kayaknya..tapi kok nampak sepi banget. Turun ah, cari toilet..
Wah,,ternyata ramai. Ternyata bis ini parkirnya paling kiri, makanya tak nampak keramaiannya jika dilihat dari sisi kiri, karena ramainya ada di sisi kanan bis.
04.30
Berat banget mata ini dibuka. Tapi tiba" menjadi ringan sesaat setelah tertangkap bacaan "Pangandaran". Wah, ternyata sudah sampai. Tapi masih gelap, belum nampak keindahan laut yang sangat kurindukan.
06.00
Cahaya mentari mulai menampakkan keindahan pantai. sudah mulai ramai pantai ini. Sarapan lezat telah bernaung dalam perut, mengisi energi untuk petualangan hari ini. Laut....aku datang..
07.30
Itu mereka, para ikhwaners asyik bermain bola kaki pantai, sebagian lagi menantang ombak di pesisir sana. Aku harap ada yang mau ikut naik perahu menuju pasir putih. sudah ada 5 orang yang akan pergi, aku, mey, nia, teh tika dan teh ina. Akhirnya Pak Sobirin sekeluarga, teh risa dan teh ule turut meramaikan.
08.00
Tiba juga di pantai pasir putih setelah sempat singgah sebentar di laut lepas dan ditunjukkan beberapa batu-batu karang yang rupanya ada yang seperti kodok, buaya, dan orang yang sedang bersemedi. sempat diceritakan juga ritual masyarakat setempat di laut itu, terkait mitos nyi roro kidul. Pasir putih, pasirnya berwarna putih tentunya, diselimuti karang-karang kecil. tidak jauh dari pesisir itu ada cagar alam yang memuat banyak tumbuhan dan hewan, terutama monyet. ada juga gua semasa perang dunia II peninggalan jepang.
Sayang, kami belum sempat mendalami hutan itu, keburu diteror monyet" garang yang sempat mengagetkan kami semua. Monyet" itu merampas kantong makanan milik Pak Sobirin dan Teh Tika. Anak Pak Sobirin sampai menangis dibuatnya, tapi teh tika g kok ^__^.
12.00
Saatnya makan siang..Tapi di mana y?Cari referensi ah sama penduduk asli setempat, "Pak Diki dimana?"
Tak rugi punya temen yang menjadi penduduk setempat, ditawarkan tempat makanan yang eunak...seafood...
Lama tak makan seafood seenak ini, jadi inget seafood di makassar dan jayapura yang ikan-ikannya masih sangat segar.
13.00
Shopping...shopping...shopping..walaupun g banyak, tapi cukuplah membeli beberapa oleh" dan sovenir untuk koleksi pribadi. Lumayan..sebagai tanda bahwa kaki ini telah sampai ke pangandaran.
15.00
Bersiap pulang, menunggu bis...
17.00
Perjalanan yang menyenangkan. Menapaki pantai timur dan barat Pangandaran. Merasakan sentuhan laut Pangandaran. Menyinggahi tepian laut lepas. melihat sisa-sisa terpaan tsunami. Bermain ombak.
Tapi semua itu tak menjadi lebih hebat tanpa keceriaan, kepuasan, tertawa lepas kawan-kawan yang luar biasa.
22.00
Tidur.....
06.00
Wah, ternyata banyak pasir juga yang terbawa......serasa mencuci dengan detergen pasir..
8.10.2009
Untuk yang kukagumi

Dia selalu tersenyum....kecuali saat autisnya kambuh dalam menyelesaikan dateline atau pekerjaan dengan tingkat keseriusan diatas rata-rata. Itulah yang menjadi tangkapan pelupuk mataku setiap melihatnya.
Dia selalu percaya....aku sangat menghargainya untuk hal yang satu ini. Dia selalu yakin atas kemampuan setiap subordinat yang diamanahkan kepadanya. Dia dapat melihat kelebihan" dari masing mereka, mensupport untuk kelebihan" itu dan membantu mencarikan jalan untuk mengubur kekurangan-kekurangan kami.
Dia Cerdas....rasanya tak ada yang tidak dapat dia selesaikan. Sangat dapat diandalkan oleh siapapun.
Dia Ceria....rasanya sunyi tanpa dia di ruangan. Setiap kali meeting performance appraisal, dia selalu saja membuatku tertawa dengan tetap menyadarkanku atas banyak kelebihan belum aku eksplorasi.
Dia adalah guru....tak menutup-nutupi apapun ilmu yang dimilikinya. selalu mengajarkan dan memberi solusi atas permasalahan yang ada.
Dia adalah teladan.....tak hanya sekedar instruksi, tak hanya sekedar perintah. Dia mengajarkan subordinatnya dengan contoh yang riil, no talk more....
Dia yang kuhormati...bersyukur aku berada ditangan orang yang hebat....dia sedang menimpaku agar menjadi sebuah cangkir yang cantik dari seonggok tanah liat yang tak berarti.
Jika selama ini aku mencari sosok riil yang dapat kutiru, maka aku telah menemukannya....
Pemimpin sejati yang dicintai masyarakatnya...
Sebuah labirin kulalui, mencari acak jalan keluar
Dan dia mengajariku cara cerdik untuk melauinya
Menyenangkan, menegangkan, dan akhirnya kutau makna ia menimpaku...
Ditulis untuk ia yang kukagumi, CS
yang terpilih
Malam memulai waktunya
Gelap pun mulai meraja penglihatan ini
Percaya diri mulai memudar seiring langkah" salah yang kutapaki
Ingin rasanya kembali ke awal, memulainya kembali..
Tapi, tak ada langkah mundur dan berhenti
Hanya terus berjalan dan memilih tapak yang lebih baik
Oh Rabb....gelap ini terlalu menakutkan
Pasti banyak yang menyalahkanku
Atas langah" keliru yang kuambil
Bulan mulai menerang..
Medan pun mulai kukusai...
Aku senang, semuanya mulai stabil...
dan, saat mulai kunikmati ritme petualangan ini
Tiba" tangan lain dengan erat menggenggamku
Membawaku ke arena yang baru..
Again....
Hidup....is adventures...
Tak ada posisi nyaman....
Tapi berbanggalah jika mengalami petualangan-petualangan baru
Setiap sesaat baru saja mencicipi kenyamanan yang dengan susah payah diraih
Karena itu pertanda bahwa orang" itulah yang menjadi orang" terpilih.
Tak ada kata istirahat, tak ada posisi nyaman, hingga hembusan nafas ini menemui detik terakhirnya...
Gelap pun mulai meraja penglihatan ini
Percaya diri mulai memudar seiring langkah" salah yang kutapaki
Ingin rasanya kembali ke awal, memulainya kembali..
Tapi, tak ada langkah mundur dan berhenti
Hanya terus berjalan dan memilih tapak yang lebih baik
Oh Rabb....gelap ini terlalu menakutkan
Pasti banyak yang menyalahkanku
Atas langah" keliru yang kuambil
Bulan mulai menerang..
Medan pun mulai kukusai...
Aku senang, semuanya mulai stabil...
dan, saat mulai kunikmati ritme petualangan ini
Tiba" tangan lain dengan erat menggenggamku
Membawaku ke arena yang baru..
Again....
Hidup....is adventures...
Tak ada posisi nyaman....
Tapi berbanggalah jika mengalami petualangan-petualangan baru
Setiap sesaat baru saja mencicipi kenyamanan yang dengan susah payah diraih
Karena itu pertanda bahwa orang" itulah yang menjadi orang" terpilih.
Tak ada kata istirahat, tak ada posisi nyaman, hingga hembusan nafas ini menemui detik terakhirnya...
Metamorfosa
Rihlah Koordinasi Tengah tahun...moment" yang dinantikan setelah rihlah kerja nasional. Rihlah koordinasi tengah tahun?rihlah kerja nasional???kenapa kata rapat, diganti dengan rihlah? Mengafirmasi diri agar kegiatan yang sejenis ini tidak menjadi kegiatan yang membosankan menjadi alasan salah satu jawaban yang aku terima. Walaupun masih terdengar aneh, tapi cukup ampuh dalam mereset pikiran agar dengan spontan memunculkan bayangan" yang menyenangkan saat menerima undangan kegiatan ini.
Agenda demi agenda terlewati....moment yang paling menegangkan kedua setelah laporan pertanggungjawaban tengah tahun dari bagian keuangan dipresentasikan yaitu pengumuman pemangku jabatan yang baru. Mutasi, rotasi, demosi, promosi??
Kutarik nafasku dalam", tanpa kulupakan untuk kuhembuskan kembali.
Walaupun telah kuketahui dimanakah posisiku setelah rikor ini, tapi tetap saja terasa menegangkan.
Accounting Dept. Head....
"Teh catur, kok bisa fatma yang dipilih? Perasaan hasil tesku kemarin ancur deh", tak sabar kutanyakan sesaat setelah superordinatku memberitaukanku sehari sebelum keberangkatan ke Ciloto, lokasi rikor tengah tahun.
"Karena itu, patma ditempatkan disitu, biar tau!!", dengan gurau "guruku" itu menjawab. Yah, bukan jawaban sempurna yang kuinginkan, tapi aku percaya dan sangat percaya pada beliau. Lewat beliau, aku dipersiapkan oleh-Nya untuk menghasilkan karya yang terbaik.
Keraguan sempat mampir, secara terakhir aku belajar akuntansi semester 6. Dan itupun hanya secara umum, tidak seperti mahasiswa jurusan akuntansi yang konsen pada perhitungannya sampai sedetail"nya.
But, it's not the end.
Tantangan...tantangan.....
Dengan posisi yang baru ini, bisa jadi ada bakat terpendam, ada ability yang sempat tenggelam yang siap untuk menampakkan dirinya lewat karya" besarku nanti.
Kumulai lagi metamorfosaku yang baru. Turbulensi pada awal penerbangan karirku diposisi ini mungkin dan sangat mungkin terjadi, tapi pasang sabuk pengaman, ikuti prosedur take off dengan baik, dan selamat menikmati penerbangannya......
Ini adalah tantangan baru, bagaimana aku akan menguras otak dan pikiranku disini untuk berkarya lebih baik.
Agenda demi agenda terlewati....moment yang paling menegangkan kedua setelah laporan pertanggungjawaban tengah tahun dari bagian keuangan dipresentasikan yaitu pengumuman pemangku jabatan yang baru. Mutasi, rotasi, demosi, promosi??
Kutarik nafasku dalam", tanpa kulupakan untuk kuhembuskan kembali.
Walaupun telah kuketahui dimanakah posisiku setelah rikor ini, tapi tetap saja terasa menegangkan.
Accounting Dept. Head....
"Teh catur, kok bisa fatma yang dipilih? Perasaan hasil tesku kemarin ancur deh", tak sabar kutanyakan sesaat setelah superordinatku memberitaukanku sehari sebelum keberangkatan ke Ciloto, lokasi rikor tengah tahun.
"Karena itu, patma ditempatkan disitu, biar tau!!", dengan gurau "guruku" itu menjawab. Yah, bukan jawaban sempurna yang kuinginkan, tapi aku percaya dan sangat percaya pada beliau. Lewat beliau, aku dipersiapkan oleh-Nya untuk menghasilkan karya yang terbaik.
Keraguan sempat mampir, secara terakhir aku belajar akuntansi semester 6. Dan itupun hanya secara umum, tidak seperti mahasiswa jurusan akuntansi yang konsen pada perhitungannya sampai sedetail"nya.
But, it's not the end.
Tantangan...tantangan.....
Dengan posisi yang baru ini, bisa jadi ada bakat terpendam, ada ability yang sempat tenggelam yang siap untuk menampakkan dirinya lewat karya" besarku nanti.
Kumulai lagi metamorfosaku yang baru. Turbulensi pada awal penerbangan karirku diposisi ini mungkin dan sangat mungkin terjadi, tapi pasang sabuk pengaman, ikuti prosedur take off dengan baik, dan selamat menikmati penerbangannya......
Ini adalah tantangan baru, bagaimana aku akan menguras otak dan pikiranku disini untuk berkarya lebih baik.
7.28.2009
that i used to

Enam bulan, bukan waktu yang sedikit aku menghabiskan jengkal demi jengkal usiaku di Lembaga yang luar biasa ini. Tapi, itu baru prolog dalam ceritaku pada bab karir. Satu langkah lagi telah kuberanikan untuk kutempuh, hanya saja ada jejak" yang harus kutinggalkan. tapi sayang, butir" pasir yang melengket di kakiku terhempas jatuh bersama jejak-jejak itu.
"Patma kok berubah? G seperti dulu", ia mengingatkanku. "hmm....begitukah??", ucapku lirih dalam hati.
Apa yang berubah??Aku ingat ketika aku speechless saat salah seorang temanku membalas : "Jika pun berubah, pasti perubahan yang semakin baik" atas kata"ku di YM : "Semua orang berubah. Bagaimana jika aku tidak seperti dulu terakhir kita ketemu?".
Jadi, mengapa ia begitu protes dengan perubahanku? Toh, seperti kata temanku, jika pun ada perubahan, itu adalah perubahan yang lebih baik. Tapi ternyata, menurutnya ada yang hilang. Kebiasaan"ku yang membawaku hingga menjadi seperti ini jarang lagi menjadi aktivitas dalam rutinku. Semuanya tertelan oleh rutinasku yang baru.
Hmm.....aku harap pasir itu menempel lagi di telapak kakiku. Ikut menyertaiku dalam setiap langkahku. Ini akan menjadi evaluasi berharga dalam hidupku.
"jika pun ada perubahan, itu adalah perubahan yang membawa kita menjadi lebih baik"
5.10.2009
Awal Hari
Kebahagiaan itu akan datang jika kamu mengundangnya. Apakah kamu sudah mengundangnya selama ini? Atau kita memang tak mengindahkan saat mereka ingin hadir sekedar untuk merekahkan senyum di bibir kita. Mungkin saja mereka sudah ada di sini. Menanti kita menyadari kehadiran mereka. Terlalu banyak kebahagiaan yang tiap hari mengelilingi kita.
sinar kuning dari langit yang menyegarkan, senyuman kawan yang begitu indah dipandang, sapaan lucu anak tetangga sebelah, atau kebahagiaan saat ada kesempatan untuk menghadirkan nafkah bagi ornag" di sekitar kita. Lewat tangan kita dari-Nya. Hei...it's amazing!!!
Pagi..kebahagiaan yang tiap hari ada, tak pernah usai sampai mata ini terpejam sesaat untuk kemudiaan bertemu dengan-Nya (amin).
Pagi...saat orkestra alam bersenandung, kicaun burung beriringan bisingnya jangkrik di pohon". Lembut belaian embun, sinar matahari yang tidak menyengat. Apakah itu kurang?
Itulah alasan mengapa aku selalu menyediakan waktu untk berangkat kantor lebih pagi.
Kabut embun yang tertangkap mata, jalanan yang masih sepi, segarnya udara yang mengisi paru" ini. Hmm.....betapa kebahagiaan yang memicu kebahagiaan lain berdatangan sampai tubuh ini beristirahat saat langit telah gelap.
Apakah kamu menyadarinya...pagi selalu menanti kita. Lebih ingin melihat kita tersenyum menikmati persembahannya daripada melihat kita menikmati bunga tidur yang tidak dapat dinikmati secara nyata...
Awal hari yang menyenangkan.....
sinar kuning dari langit yang menyegarkan, senyuman kawan yang begitu indah dipandang, sapaan lucu anak tetangga sebelah, atau kebahagiaan saat ada kesempatan untuk menghadirkan nafkah bagi ornag" di sekitar kita. Lewat tangan kita dari-Nya. Hei...it's amazing!!!
Pagi..kebahagiaan yang tiap hari ada, tak pernah usai sampai mata ini terpejam sesaat untuk kemudiaan bertemu dengan-Nya (amin).
Pagi...saat orkestra alam bersenandung, kicaun burung beriringan bisingnya jangkrik di pohon". Lembut belaian embun, sinar matahari yang tidak menyengat. Apakah itu kurang?
Itulah alasan mengapa aku selalu menyediakan waktu untk berangkat kantor lebih pagi.
Kabut embun yang tertangkap mata, jalanan yang masih sepi, segarnya udara yang mengisi paru" ini. Hmm.....betapa kebahagiaan yang memicu kebahagiaan lain berdatangan sampai tubuh ini beristirahat saat langit telah gelap.
Apakah kamu menyadarinya...pagi selalu menanti kita. Lebih ingin melihat kita tersenyum menikmati persembahannya daripada melihat kita menikmati bunga tidur yang tidak dapat dinikmati secara nyata...
Awal hari yang menyenangkan.....
Langgan:
Entri (Atom)

